Perjalanan Afrika-Amerika Ke Al-Islam

Hari ini, di dunia barat, ketika kita mendengar kata “Muslim” atau “Islam” banyak orang Amerika cenderung berpikir teroris atau orang-orang dari timur tengah (yang tidak berpendidikan)’ Pada 2017, setidaknya ada 3 sampai 3,5 juta Muslim Amerika yang tinggal di Amerika Serikat’ Kelompok etnis lebih banyak didominasi yang membentuk populasi ini yaitu orang-orang Afrika-Amerika’ Namun, pertanyaan “Bagaimana ini sanggup terjadi?” muncul’ Jika Anda ingin tahu ihwal sejarah Muslim di Amerika dan penyebarannya yang besar, seseorang tidak sanggup berbicara ihwal hal ini tanpa menyebut orang Afrika atau haruskah kita menyampaikan perjalanan Afrika-Amerika ke Al-Islam’

 

Dalam perdagangan budak Trans-Atlantik ada sekitar 15 sampai 20 juta orang Afrika yang diperbudak dan dari budak-budak ini ada antara 2% sampai 4% Muslim Afrika’ Muslim ini berasal dari suku Mandinka, Fulani, Wolof, Soninke, Songhai, Ashanti, Taureg, Nupi, Yoruba, Susa, Kanuri, Mandara, dan Vai’ Kita semua sudah mengenal dan telah berguru dari buku Alex Haley (dan film) Roots, yang merupakan kisah ihwal seorang Muslim Afrika yang diperbudak, berjulukan Kunta Kinte, di mana ia tinggal di sebuah desa kecil di Afrika Barat, mempraktekkan Islam, yaitu seorang pelajar bahasa Arab dan menjalani ritual Afrikanya setiap hari paket umroh‘ Dia ditangkap dan dibawa ke Amerika sebagai budak, dijual dan diberi nama Toby’ Dia mencoba melarikan diri berkali-kali dari penawanan, dan menikah dengan seorang juru masak rumah berjulukan Bell di mana mereka mempunyai seorang putri berjulukan Kizzy yang lalu mempunyai banyak anak’ Ada juga dokumentasi dan kisah di mana Anda sanggup menemukan isu ihwal Muslim Afrika lainnya yang diperbudak seperti; S’Quash, The Moor, Phillip The Fula, Sambo, Mahommah Gardo Baquaqua, Lamine Kebe, Lamine Ndiaye, Yarrow Mamout, Charles Larten, William Rainesford, dan banyak lagi yang semuanya berpendidikan dan pintar dalam Matematika, Arab, Sains, dan bahasa ekspresi yang berbeda’ Selama bertahun-tahun perbudakan, rakyat Afrika ditindas dan praktik budaya dan agama mereka ditekan’ Para budak mengambil nama-nama sehabis majikan-budak mereka sebagai identitas milik seseorang dan telah dipaksakan oleh Kekristenan atas mereka’ Generasi demi generasi, Al-Islam balasannya hilang’

 

Pada kurun ke-20 antara tahun 1900 dan 1975, ada banyak pelopor dan pemimpin hak-hak sipil Afrika-Amerika menyerupai Marcus Garvey, Pastor Divine, Noble Drew Ali, dan Elijah Muhammad yang terhormat yang membawa banyak sekali fatwa dan ideologi ke komunitas Afrika-Amerika untuk menciptakan kulit gelap lebih sadar diri, mandiri, dan meningkatkan diri secara sosial dan ekonomi dalam komunitas-komunitas ini’ Karena topiknya yaitu “Perjalanan Orang Afrika-Amerika ke Al-Islam”, Noble Drew Ali dan Gerakan Sains Moor yaitu salah satu gerakan pertama dan paling awal untuk membawa Al-Islam kembali ke rakyat Afrika-Amerika’ Ajaran Ali tidak berasal dari Al-Qur’an atau tidak juga Kuil Sains Moor mengikuti praktik Nabi Muhammad (Pbuh), tetapi klaimnya mengajarkan Islam atau “Islamisme’” Praktek Kuil Ilmu Moor mempunyai beberapa relasi dengan arus utama Al-Islam’ Sebagai contoh, para pengikut akan bangkit dan menghadap ke timur selama sholat, ibadah dan doa keagamaan mereka diadakan pada hari Jumat, pemisahan gender di kawasan duduk, para perempuan menginstruksikan untuk mengenakan jilbab atau sorban, laki-laki untuk mengenakan gaun merah setiap ketika dan untuk berpakaian sederhana’ Noble Drew Ali juga menulis Alqurannya sendiri, menyebutnya “Lingkaran 7 Al-Quran”’

 

Jumlah penganut Ilmu Moorish ketika ini tidak secara khusus diketahui, tetapi diperkirakan ada sekitar 10’000 yang tersebar di 15 kota yang berbeda di Amerika Serikat’ Mengikuti di tengah gerakan ini yaitu Allah Temple of Islam, yang dimulai oleh Fard Muhammad pada tahun 1930; nama itu akan bermetamorfosis Negara yang Hilang Ditemukan Islam di mana Menteri Elia Muhammad akan menggantikan Fard Muhammad sebagai pemimpin dan balasannya memimpin Nation of Islam’ Seiring berjalannya waktu, ia mengasumsikan gelar nabi dan utusan Allah, dan Fard menjadi terperinci diidentifikasi sebagai Allah atau inkarnasi Allah’ Ini bukan apa yang dipercayai Muslim’ Orang Muslim percaya bahwa hanya ada satu Gd dan sendirian ia tidak mempunyai pasangan, tidak ada rekan, atau ia tidak dilahirkan, juga tidak akan mati atau mempunyai anak yang diperanakkan dan bahwa Muhammad (Pbuh) yaitu meterai dari semua nabi dan ia yaitu utusan terakhir ‘ Elia yang Terhormat Muhammad mengajarkan pengetahuan ihwal G-d, diri dan menjadi mandiri’ Pada tahun 1960, Nation of Islam mempunyai 69 kuil yang tersebar di 27 negara bagian, dan keanggotaan diyakini mencapai setinggi 100’000′

Sumber