Setiap Orang Perlu Belajar Mengontrol Pikiran Agar Jauh Dari Depresi

Setiap Orang Perlu Belajar Mengontrol Pikiran Agar Jauh Dari Depresi

Memang setiap orang berpeluang mengalami stres dan depresi. Setiap orang berpeluang mengalami masalah mental. Apalagi semakin bertambah usia, semakin banyak yang dia kerjakan. Semakin tinggi jabatan seseorang, semakin banyak tanggung jawab. Semakin besar kemungkinan dia bersinggungan dengan masalah mental, depresi dan stres. Untuk itu demi menjauhkan diri dari masalah atau gangguan mental seperti depresi dan stres, semua itu dapat kita cegah. Dengan cara mengontrol pikiran kita. 

Setiap Orang Perlu Belajar Mengontrol Pikiran Agar Jauh Dari Depresi

Karena semua itu datang dari kepala kita. Semua datang dari pikiran kita. Stres dan depresi terjadi karena kita memikirkan banyak hal, berpikir terlalu banyak, dan kadang ada beberapa hal yang tidak perlu kita pikirkan tapi kita pikirkan. Sehingga pikiran menjadi kacau balau. Sehingga pikiran adalah pusat dari segala macam penyakit, dan terutama stres dan depresi. Untuk itu, kita perlu melatih diri kita untuk mengontrol isi kepala kita. Mengontrol pikiran kita, mengontrol bagaimana cara kita berpikir. Sehingga kita bisa mengontrol tingkat stres kita. 

Saat kita bisa mengontrol pikiran kita, maka kita bisa mencegah diri kita mengalami stres dan depresi, apalagi sampai ke masalah mental. Dan bagaimana cara mengontrol pikiran? Caranya sebenarnya mudah. Dari yang paling awal adalah, filter segala macam hal yang akan kalian lihat, atau dengar. Segala informasi atau hal yang akan kalian nikmati secara visual atau audio, perlu kalian filter. Jika kalian menikmati atau mengkonsumsi hal yang negatif, maka yang akan tertanam pada isi kepala kalian adalah segala hal yang negatif juga. 

Jadi kita perlu lihat apa yang akan kita konsumsi. Itu adalah hal paling dasar untuk mengontrol isi pikiran dan cara berpikir kita. Kemudian langkah kedua adalah, bagaimana kita merespon akan segala hal yang terjadi. Jika kita merespon dan menerima dengan negatif, maka yang akan kalian rasakan juga negatif pada tubuh kalian. Begitupun sebaliknya. Jadi respon dan bagaimana kita menerima informasi dari luar itu juga sangat berpengaruh.