Pernahkah anda membayangkan bagaimana kehidupan seseorang yang terlahir dari orang tua yang memiliki 2 agama berbeda? Apakah seru? Apakah ada perdebatan atau hal lainnya? Sebenarnya lahir di keluarga yang memiliki orang tua dengan kepercayaan yang sama atau berbeda juga sama saja. Tidak ada perbedaan yang signifikan. Tapi anda akan menjadi lebih terbuka dengan agama yang ada dan menjadikan anda lebih toleran dari sebelumnya. Rasanya Tumbuh Besar Dari Dua Orang Tua Yang Berbeda Kepercayaan Pernikahan 2 agama berbeda memang masih sangat jarang terjadi, tapi ada ada saja. Dan sejauh saya mengenal orang-orang yang menikah dengan dua agama berbeda, mereka malah bisa hidup bahagia sampai kakek nenek. Sampai Tuhan yang memisahkan mereka. Itu dari yang sejaiuh saya kenal. Sehingga rasanya sedih jika melihat banyak hubungan beda agama, ditentang oleh keluarga. Sedangkan dalam pernikahan, bukan agama yang akan menjadi alasan suatu keluarga bisa bahagia dan akur sampai tua. Bahkan semakin banyak perbedaan, kadang semakin hubungan bisa awet. Karena jika terlalu banyak kesamaan, akan ada perdebatan, dan beda pandangan. Dan salah satu contoh terdekat adalah orang tua saya yang menikah dengan agama yang berbeda. Ayah buddha, dan ibu kristen protestan. Tapi mereka dapat hidup bahagia sampai Tuhan yang memisahkan. Dan kami anak-anak pun diberikan kebebasan untuk iku kepercayaan ayah atau ibu. Bahkan meskipun kami semua anak-anak beragama buddha, tapi jika ada salah satu dari kami masuk gereja bersama mama, papa mengizinkannya. Malah papa senang ada yang menemani mama. Dan itu adalah contoh nyata toleransi yang saya rasakan. Sehingga ayah saya selalu mengajarkan untuk menghormati semua agama. Jangan pernah menghina agama orang lain. Sehingga kami semua kakak beradik kami tumbuh menjadi orang dengan toleransi yang tinggi. Dan di didik dengan menghormati orang lain dan agama orang lain. Dan itu yang kami terapkan sampai saat ini. Dan rasanya sangat bahagia saat imlek, ibu ikut mengurus semua kesiapan untuk acara sembahyang. Dan saat mendekati natal, di mobil, ayah selalu memasang lagu natal, dan kami semua di mobil menyanyikannya. Dan itu adalah pengalaman sangat indah dan berharga bagiku. 

Pernahkah anda membayangkan bagaimana kehidupan seseorang yang terlahir dari orang tua yang memiliki 2 agama berbeda? Apakah seru? Apakah ada perdebatan atau hal lainnya? Sebenarnya lahir di keluarga yang memiliki orang tua dengan kepercayaan yang sama atau berbeda juga sama saja. Tidak ada perbedaan yang signifikan. Tapi anda akan menjadi lebih terbuka dengan agama yang ada dan menjadikan anda lebih toleran dari sebelumnya.

Rasanya Tumbuh Besar Dari Dua Orang Tua Yang Berbeda Kepercayaan

Pernikahan 2 agama berbeda memang masih sangat jarang terjadi, tapi ada ada saja. Dan sejauh saya mengenal orang-orang yang menikah dengan dua agama berbeda, mereka malah bisa hidup bahagia sampai kakek nenek. Sampai Tuhan yang memisahkan mereka. Itu dari yang sejaiuh saya kenal. Sehingga rasanya sedih jika melihat banyak hubungan beda agama, ditentang oleh keluarga. Sedangkan dalam pernikahan, bukan agama yang akan menjadi alasan suatu keluarga bisa bahagia dan akur sampai tua. Bahkan semakin banyak perbedaan, kadang semakin hubungan bisa awet. Karena jika terlalu banyak kesamaan, akan ada perdebatan, dan beda pandangan.

Dan salah satu contoh terdekat adalah orang tua saya yang menikah dengan agama yang berbeda. Ayah buddha, dan ibu kristen protestan. Tapi mereka dapat hidup bahagia sampai Tuhan yang memisahkan. Dan kami anak-anak pun diberikan kebebasan untuk iku kepercayaan ayah atau ibu. Bahkan meskipun kami semua anak-anak beragama buddha, tapi jika ada salah satu dari kami masuk gereja bersama mama, papa mengizinkannya. Malah papa senang ada yang menemani mama. Dan itu adalah contoh nyata toleransi yang saya rasakan. Sehingga ayah saya selalu mengajarkan untuk menghormati semua agama.

Jangan pernah menghina agama orang lain. Sehingga kami semua kakak beradik kami tumbuh menjadi orang dengan toleransi yang tinggi. Dan di didik dengan menghormati orang lain dan agama orang lain. Dan itu yang kami terapkan sampai saat ini. Dan rasanya sangat bahagia saat imlek, ibu ikut mengurus semua kesiapan untuk acara sembahyang. Dan saat mendekati natal, di mobil, ayah selalu memasang lagu natal, dan kami semua di mobil menyanyikannya. Dan itu adalah pengalaman sangat indah dan berharga bagiku.